New album ke 4 seventeen

New album ke 4 seventeen
4th album seventeen

Senin, 14 Desember 2009


Selasa, 15 Desember 2009















C © updated 22062007






► e-ti
Nama:
Chairil Anwar
Lahir:
Medan, Sumatera Utara, 26 Juli 1922
Meninggal:
Jakarta, 28 April 1949

Pendidikan:
- HIS
- MULO (tidak tamat)

Profesi:
Penyair Angkatan 45

Karya Kumpulan Puisi:
- Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus (1949);
- Deru Campur Debu (1949);
- Tiga Menguak Takdir (1950 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin);
- Aku Ini Binatang Jalang (1986);
- Koleksi sajak 1942-1949", diedit oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986);
- Derai-derai Cemara (1998)
- Buku kumpulan puisinya diterbitkan Gramedia berjudul Aku ini Binatang Jalang (1986).


Karya Terjemahan:
Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948, Andre Gide)
- Kena Gempur (1951, John Steinbeck).

Karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman dan Spanyol:
- "Sharp gravel, Indonesian poems", oleh Donna M. Dickinson (Berkeley, California, 1960);
- "Cuatro poemas indonesios, Amir Hamzah, Chairil Anwar, Walujati" (Madrid: Palma de Mallorca, 1962);
- Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York, New Directions, 1963);
- "Only Dust: Three Modern Indonesian Poets", oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets, 1969);
- The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany, State University of New York Press, 1970)
- The Complete Poems of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang, dengan bantuan H. B. Jassin (Singapore: University Education Press, 1974)
- Feuer und Asche: sämtliche Gedichte, Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag, 1978)
- The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, oleh Burton Raffel (Athens, Ohio: Ohio University, Center for International Studies, 1993)

Karya-karya tentang Chairil Anwar
Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953)
Boen S. Oemarjati, "Chairil Anwar: The Poet and his Language" (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972).
Abdul Kadir Bakar, "Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar" (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974)
S.U.S. Nababan, "A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar" (New York, 1976)
Arief Budiman, "Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan" (Jakarta: Pustaka Jawa, 1976)
Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976
H.B. Jassin, "Chairil Anwar, pelopor Angkatan '45, disertai kumpulan hasil tulisannya", (Jakarta: Gunung Agung, 1983)
Husain Junus, "Gaya bahasa Chairil Anwar" (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984)
Rachmat Djoko Pradopo, "Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985)
Sjumandjaya, "Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987)
Pamusuk Eneste, "Mengenal Chairil Anwar" (Jakarta: Obor, 1995)
Zaenal Hakim, "Edisi kritis puisi Chairil Anwar" (Jakarta: Dian Rakyat, 1996)







CHAIRIL ANWAR HOME
► Selamat datang di situs gudang pengalaman ENSIKONESIA (ENSIKLOPEDI TOKOH INDONESIA) ► Thank you for visiting the experience site ► TOKOHINDONESIA DOTCOM ► Biografi Jurnalistik ► The Excellent Biography ► Database Tokoh Indonesia terlengkap yang tengah dikembangkan menjadi Ensiklopedi Tokoh Indonesia online ► Anda seorang tokoh? Sudahkah Anda punya "rumah pribadi" di Plasa Web Tokoh Indonesia? ► Silakan kirimkan biografi Anda ke Redaksi Tokoh Indonesia ► Dapatkan Majalah Tokoh Indonesia di Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Gunung Mulia, Drug Store Hotel-Office & Mall dan Agen-Agen atau Bagian Sirkulasi Rp.14.000 Luar Jabotabek Rp.15.000 atau Berlangganan Rp.160.0000 (12 Edisi) ► Segenap Crew Tokoh Indonesia Mengucapkan Selamat Ulang Tahun Kepada Para Tokoh Indonesia yang berulang tahun hari ini. Semoga Selalu Sukses dan Panjang Umur ►

Chairil Anwar (1922-1949)

Penyair Legendaris Indonesia


Puisi-puisi "Si Binatang Jalang" Chairil Anwar telah menjadi inspirasi bagi perjuangan kemerdekaan bangsanya. Pria kelahiran Medan, 26 Juli 1922, ini seorang penyair legendaris Indonesia yang karya-karyanya hidup dalam batin (digemari) sepanjang zaman. Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28 April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar.

Chairil memang penyair besar yang menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hal ini, antara lain tercermin dari sajaknya bertajuk: "Krawang-Bekasi", yang disadurnya dari sajak "The Young Dead Soldiers", karya Archibald MacLeish (1948).

Dia juga menulis sajak "Persetujuan dengan Bung Karno", yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.

Bahkan sajaknya yang berjudul "Aku" dan "Diponegoro" juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka.

Chairil Anwar yang dikenal sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul Aku) adalah pelopor Angkatan '45 yang menciptakan trend baru pemakaian kata dalam berpuisi yang terkesan sangat lugas, solid dan kuat. Dia bersama Asrul Sani dan Rivai Apin memelopori puisi modern Indonesia. Chairil Anwar meninggal dalam usia muda karena penyakit TBC dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta. Hari meninggalnya diperingati sebagai Hari Chairil Anwar.


Chairil menekuni pendidikan HIS dan MULO, walau pendidikan MULO-nya tidak tamat. Puisi-puisinya digemari hingga saat ini. Salah satu puisinya yang paling terkenal sering dideklamasikan berjudul Aku ( "Aku mau hidup Seribu Tahun lagi!"). Selain menulis puisi, ia juga menerjemahkan karya sastra asing ke dalam bahasa Indonesia. Dia juga pernah menjadi redaktur ruang budaya Siasat “Gelanggang” dan Gema Suasana. Dia juga mendirikan “Gelanggang Seniman Merdeka” (1946).

Kumpulan puisinya antara lain: Kerikil Tajam dan yang Terampas dan yang Putus (1949); Deru Campur Debu (1949); Tiga Menguak Takdir (1950 bersama Asrul Sani dan Rivai Apin); Aku Ini Binatang Jalang (1986); Koleksi sajak 1942-1949", diedit oleh Pamusuk Eneste, kata penutup oleh Sapardi Djoko Damono (1986); Derai-derai Cemara (1998). Buku kumpulan puisinya diterbitkan Gramedia berjudul Aku ini Binatang Jalang (1986).

Karya-karya terjemahannya adalah: Pulanglah Dia Si Anak Hilang (1948, Andre Gide); Kena Gempur (1951, John Steinbeck).

Sementara karya-karyanya yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, Jerman dan Spanyol adalah: "Sharp gravel, Indonesian poems", oleh Donna M. Dickinson (Berkeley, California, 1960); "Cuatro poemas indonesios, Amir Hamzah, Chairil Anwar, Walujati" (Madrid: Palma de Mallorca, 1962); Chairil Anwar: Selected Poems oleh Burton Raffel dan Nurdin Salam (New York, New Directions, 1963); "Only Dust: Three Modern Indonesian Poets", oleh Ulli Beier (Port Moresby [New Guinea]: Papua Pocket Poets, 1969);

The Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Burton Raffel (Albany, State University of New York Press, 1970); The Complete Poems of Chairil Anwar, disunting dan diterjemahkan oleh Liaw Yock Fang, dengan bantuan HB Jassin (Singapore: University Education Press, 1974); Feuer und Asche: sämtliche Gedichte, Indonesisch/Deutsch oleh Walter Karwath (Wina: Octopus Verlag, 1978); The Voice of the Night: Complete Poetry and Prose of Chairil Anwar, oleh Burton Raffel (Athens, Ohio: Ohio University, Center for International Studies, 1993)

Sedangkan karya-karya tentang Chairil Anwar antara lain:
1) Chairil Anwar: memperingati hari 28 April 1949, diselenggarakan oleh Bagian Kesenian Djawatan Kebudajaan, Kementerian Pendidikan, Pengadjaran dan Kebudajaan (Djakarta, 1953); 2) Boen S. Oemarjati, "Chairil Anwar: The Poet and his Language" (Den Haag: Martinus Nijhoff, 1972); 3) Abdul Kadir Bakar, "Sekelumit pembicaraan tentang penyair Chairil Anwar" (Ujung Pandang: Lembaga Penelitian dan Pengembangan Ilmu-Ilmu Sastra, Fakultas Sastra, Universitas Hasanuddin, 1974); 4) S.U.S. Nababan, "A Linguistic Analysis of the Poetry of Amir Hamzah and Chairil Anwar" (New York, 1976); 5) Arief Budiman, "Chairil Anwar: Sebuah Pertemuan" (Jakarta: Pustaka Jawa, 1976);

6) Robin Anne Ross, Some Prominent Themes in the Poetry of Chairil Anwar, Auckland, 1976; 7) H.B. Jassin, "Chairil Anwar, pelopor Angkatan '45, disertai kumpulan hasil tulisannya", (Jakarta: Gunung Agung, 1983); 8) Husain Junus, "Gaya bahasa Chairil Anwar" (Manado: Universitas Sam Ratulangi, 1984); 9) Rachmat Djoko Pradopo, "Bahasa puisi penyair utama sastra Indonesia modern" (Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1985); 10) Sjumandjaya, "Aku: berdasarkan perjalanan hidup dan karya penyair Chairil Anwar (Jakarta: Grafitipers, 1987); 11) Pamusuk Eneste, "Mengenal Chairil Anwar" (Jakarta: Obor, 1995); 12) Zaenal Hakim, "Edisi kritis puisi Chairil Anwar" (Jakarta: Dian Rakyat, 1996). ►e-ti/tsl, dari berbagai sumber

*** TokohIndonesia DotCom (Ensiklopedi Tokoh Indonesia)

==============================

PUISI - PUISI CHAIRIL ANWAR

PRAJURIT JAGA MALAM

Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua-tua keras,
bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya
kepastian
ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu......
Waktu jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ! (1948)

Siasat, Th III, No. 96, 1949

================================

MALAM

Mulai kelam
belum buntu malam
kami masih berjaga
--Thermopylae?-
- jagal tidak dikenal ? -
tapi nanti
sebelum siang membentang
kami sudah tenggelam hilang

Zaman Baru, No. 11-12, 20-30 Agustus 1957

==================================

KRAWANG-BEKASI

Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati ?

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu.
Kenang, kenanglah kami.

Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
atau tidak untuk apa-apa,
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
menjaga Bung Hatta
menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami
yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Krawang-Bekasi (1948)

Brawidjaja, Jilid 7, No 16, 1957

==============================

DIPONEGORO

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri
Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri
Menyediakan api.

Punah di atas menghamba
Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

(Februari 1943)
Budaya, Th III, No. 8, Agustus 1954

Pelita Jaya Esia Selamatkan Turnamen IBL

Pelita Jaya Esia Selamatkan Turnamen IBL

Final Turnamen IBL 2009

alt

Pelita Jaya Esia Jakarta - Juara II, Turnamen IBL 2009


VIVAnews - Turnamen IBL 2009 telah selesai digelar. Satria Muda Britama berhasil tampil sebagai juara setelah menaklukkan Pelita Jaya Esia di final. Meski hanya juara kedua, acungan jempol tetap pantas diberikan.

Pasalnya terselenggaranya perhelatan kasta kedua di dunia basket tanah air ini juga tak lepas dari peran Pelita Jaya Esia. Berkolaborasi dengan Garuda Flexi Bandung sebagai pihak penyelenggara, turnamen ini akhirnya sukses digelar.

Mundurnya pihak promotor tvone memang sempat mengancam Turnamen IBL 2009. Tak ingin mengalami jeda setelah Liga IBL 2009 yang selesai Agustus lalu, Pelita Jaya Esia bersama Garuda Flexi akhirnya bersedia menyandang dana Turnamen IBL 2009.

"Kita akan tetap mendukung dunia olah raga termasuk basket," ujar Ardie Bakrie komisiaris tvone yang juga menjadi penyandang dana terbesar Pelita Jaya Esia ini.

Turnamen tahunan ini selesai digelar pada Minggu 13 Desember 2009 di Kota Bandung dengan mencatatkan Satria Muda Britama sebagai kampiun dan Pelita Jaya Esia sebagai juara kedua. Juara tahun lalu, Garuda Flexi harus puas di posisi ketiga.

"Terlepas dari berbagai kekurangan, yang penting turnamen ini berhasil digelar," ujar Ketua Penyelenggara Sofie Emilia saat ditemui VIVAnews.

Tanpa Hadiah Uang

Keterbatasan dari turnamen ini juga terlihat dengan tidak adanya hadiah nominal. SM yang tampil sebagai juara hanya berhak menerima piala dan hadiah berupa telepon genggam dari Esia buat para pemain. Sedangkan bagi tim Pelita Jaya Esia, Garuda Flexi dan ASPAC hanya berhak meraih trof

"Nominal tidak ada kesepakatan sebelumnya. Namun untuk menggelar acara ini, Pelita Jaya Esia dan Garuda Flexi telah menghabiskan dana hampir 1 Milyar," ujar Sofie.

Saat disinggung mengenai animo penonton di GOR C-Tra Arena Bandung, Sofie menegaskan jika di hari pertama final four lalu Jumat 11 Desember 2009 lalu, tiket terjual sebanyak 3.000 lembar. Sedangkan di partai final, Minggu lalu terjual sekira 4.000 lembar.


  • Re:Setujukah dgn sistem home 'n away?alasannya?">

PELITA JAYA ESIA BASKETBALL,muka lama dan baru berhasil membawa PJE basketball menjadi juara 2

PELITA JAYA ESIA BASKETBALL untuk pertama kalinya berhasil masuk final melawan SM BRITAMA walaupun PELITA JAYA ESIA BASKETBALL berhasil duduk di peringkat 2 tetapi perjuangan tim PJE BASKETBALL patut diacungin jempol karena perjuangan PJE BASKETBALL sangat tidak mudah,mulai CLS KNIGHTS,ANGSAPURA EVALUBE MEDAN,SM BRITAMA DAN IM MUBA HANG TUAH. Dan akhirnya PJE berhasil maju ke final dan meraih di peringkat 2 .So selamat untuk PELITA JAYA ESIA BASKETBALL SEMOGA TAHUN DEPAN MENJADI YANG TERBAIK AMIENNNNNNNNNNNNN

Final Turnamen IBL 2009

alt

Minggu, 06 Desember 2009

sekarang lagi musim hujan

sekarang musim huja,bayak orang yang mulai sakit.Temen2 jaga kesehatan ya

Minggu, 22 November 2009

Pembunuhan oleh orang2 terdekat i wow

Sekarang banyak banget pembunuhan yang dilakukan oleh orang2 terdekat kita.Seperti contoh pembunuhan tya,model cantik yang dibunuh oleh tata riasnya sendiri disebabkan karena meminjam uang lalu maichael wong finalis the master season 2 sang bunda dibunuh secara tak wajar oleh sang paman sendiri belum jelas apa alasannya.Kita harusnya merenung,apakah kita harus percaya 100% kepada orang terdekat kita setelah banyak kejadian pembunuhan yang terjadi

Selasa, 10 November 2009

Ada apa dengan KPK DAN POLISI

KPK VS POISI,ya itu yang terjadi di bumi pertiwi indonesia ini,banyak orang mendkung KPK tak sedikit pula yang mendukung POLRI.Seharusnya POLRI mengoreksi dirinya sendiri,karena banyak ekali polisi di negiri ini yang seenaknya,contoh polisi slah nembak,polisi tawuran dengan tni hmmmmmmm,ada apa dengan polisi

Rabu, 04 November 2009

Janggal, Polri Belum Tetapkan Anggodo sebagai Tersangka
Rabu, 4 November 2009 | 17:29 WIB
Laporan wartawan KOMPAS.com Hindra Liu

JAKARTA, KOMPAS.com — Langkah Polri yang belum juga menetapkan Anggodo Widjojo sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyuapan dan persekongkolan dalam melakukan kriminalisasi terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai janggal. Anggodo, adik dari tersangka korupsi Anggoro Widjojo, merupakan tokoh sentral dalam rekaman yang telah diputar Mahkamah Konstitusi, kemarin.

Alasan yang disampaikan Mabes Polri adalah belum cukup bukti untuk menjerat pengusaha tersebut. "Ini janggal. Bukti yang cukup hanya diperlukan oleh majelis hakim di persidangan untuk menjatuhkan vonis. Untuk menjadikan seseorang sebagai tersangka, polisi hanya memerlukan bukti permulaan, dan rekaman KPK sudah cukup untuk dijadikan bukti permulaan," ujar Luhut M Pangaribuan kepada para wartawan, Rabu (4/11) di Jakarta.

Luhut menambahkan, "Kasusnya sudah terang benderang. Pihak berwenang sudah seharusnya menindak agar tidak ada kesan impunitas." Sementara itu, sidang uji materi terhadap Pasal 32 Ayat 1 c di Mahkamah Konstitusi dilanjutkan kembali pada Rabu mendatang. Pada saat itu, pihak pemohon dan termohon masih akan menyampaikan kesimpulan akhir terhadap uji materi ini.

Bibit dan Chandra Memilih Diam
Pimpinan KPK non-aktif Chandra M Hamzah
Rabu, 4 November 2009 | 17:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pascapenangguhan penahanan oleh Mabes Polri, sikap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah terlihat berubah. Kali ini mereka lebih banyak diam dan tidak bersedia berkomentar kepada wartawan perihal kasus yang menjerat mereka.

Seperti saat jumpa pers usai sidang pengujian UU Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK di Mahkamah Konstitusi, Rabu (4/11) siang. Keduanya tidak bersedia berbicara selama jumpa pers. Seluruh pernyataan dan jawaban pertanyaan wartawan hanya diucapkan oleh dua pengacara mereka yaitu Luhut Pangaribuan dan Bambang Widjojanto.

Luhut pun memberi penjelasan perilah perubahan sikap tersebut. Menurut dia, kedua kliennya dijebloskan ke tahanan lantaran tuduhan terlalu banyak bicara kepada media sehingga penyidik menganggap telah mengganggu penyidikan. Bibit dan Chandra, kata dia, sangat berterima kasih atas dukungan masyarakat dan semua pihak selama ini.

"Mereka (Bibit-Chandra) khawatir nanti akan terjadi lagi penahanan karena alasan penahanan adalah berbicara kepada saudara. Maka hari ini Pak Bibit dan Pak Chandra tidak akan bicara kecuali hanya tersenyum," ucap dia.

Sikap diam keduanya telah ditunjukkan sesaat setelah penangguhan penahanan, Selasa (3/11) malam. Mereka tidak bersedia berkomentar kepada wartawan dan hanya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak.

Akibat pemberitaan yang gencar akhir-akhir ini, keduanya pun kini seperti selebritis. Usai sidang, beberapa peserta sidang meminta berfoto kepada keduanya.


Bibit dan Chandra Hadiri Sidang di MK
Dua pimpinan KPK nonaktif Bibit S Riyanto dan Chandra M Hamzah menghadiri sidang di Mahkamah Konstitusi Jakarta, Rabu (4/11)
Rabu, 4 November 2009 | 14:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pimpinan KPK (nonaktif), Bibit S Rianto dan Chandra M Hamzah, menghadiri sidang lanjutan pengujian Pasal 32 Ayat (1) Huruf c UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK di Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Rabu (4/11), pasca-penangguhan penahanan oleh Polri pada Selasa malam.

Bibit tampak mengenakan jas berwana biru, sedangkan Chandra M Hamzah mengenakan jas berwarna hitam. Keduanya duduk di samping tim kuasa hukum, di antaranya Bambang Widjojanto, Achmad Rifai, dan Alexander Lay.

Kali ini keduanya hadir di sidang pengujian UU KPK di MK untuk ketiga kali dari empat sidang yang telah digelar. Saat sidang kemarin dengan agenda membuka rekaman sadapan milik KPK, mereka tidak dapat hadir lantaran ditahan oleh Polri.

Kamis, 29 Oktober 2009

Setelah Mengubur Istri di Rumah, Saifudin Berperilaku Aneh
Kamis, 29 Oktober 2009 | 15:26 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com — Puluhan warga Dusun Sumbermulyo, Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, mendatangi rumah milik Saifudin Zuhri (54), minta makam istrinya, Sri Darwiyani (52), yang sengaja dikubur di lokasi rumah yang sudah dijual ke orang lain itu segera dibongkar.
Selain tanah itu bukan miliknya lagi, pemakaman itu menyalahi aturan. "Seharusnya tidak dilakukan di lokasi itu (bekas rumahnya yang sudah dijual sekitar 1987) karena sudah ada tempat pemakaman umum di dekat lokasi itu," kata Kepala Desa Mejono Karim, Kamis (29/10).

Kelakuan Saifudin membuat resah masyarakat. Selain sering menempati rumah yang sudah dijual ke Mahmudi Baidowi, warga juga merasa aneh dengan perilaku orang tersebut.

"Dia sering datang malam ke rumah bekas miliknya. Bahkan, ia juga membawa berbagai macam kitab," katanya.

Bahkan, beberapa warga juga sering mendengarkan bahwa ia membaca kitab dan mengartikannya dengan bahasa Inggris. Namun, apakah itu sesuai dengan maknanya atau tidak, Karim mengaku tidak terlalu mengetahuinya.

Untuk membantu agar tidak kesulitan membongkar makam tersebut, warga minta bantuan dari petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Plemahan.

Petugas dan warga berhasil membongkar dan memindahkan makam tersebut. Makam itu dipindah ke pemakaman yang jaraknya sekitar dua meter di belakang rumah tersebut.

Sementara itu, Saifudin mengaku bahwa pemakaman istri dilakukan di tempat tersebut karena sesuai dengan wasiat terakhir istrinya, yang meninggal karena diabetes. "Itu adalah permintaan terakhir dari ibu (istrinya) untuk dimakamkan di rumah," kata Saifudin lirih.

Kepala Polsek Plemahan AKP Hadi Purnomo mengatakan, pihaknya melakukan pembongkaran makam tersebut. Selain atas permintaan warga karena menyalahi aturan, tujuan tindakan itu juga untuk melihat langsung jenazah, tentang berbagai kemungkinan, termasuk ada unsur pembunuhan.

"Namun, dari hasil penyelidikan yang kami lakukan, ternyata ia meninggal karena sakit, tidak ada unsur yang mencurigakan," kata Hadi.

Duh, Kekerasan Seksual Paling Menonjol di DIY
Kamis, 29 Oktober 2009 | 18:44 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kasus pelanggaran hak anak di DI Yogyakarta tergolong tinggi. Sepanjang tahun 2008-2009, Lembaga Perlindungan Anak DI Yogyakarta menangani sebanyak 352 kasus anak. Dari jumlah tersebut, kekerasan seksual merupakan kasus yang paling banyak terjadi, yaitu mencapai 171 kasus.

Dengan jumlah 97 kasus, pelanggaran anak terkait kesulitan memperoleh akta kelahiran menempati urutan kedua diikuti perebutan hak asuh anak yang mencapai 61 kasus di tempat ketiga. Kekerasan fisik menempati urutan terbanyak keempat dengan jumlah 51 kasus dan penelantaran menempati urutan kelima dengan jumlah 33 kasus.

"Sejauh ini belum terlihat adanya penurunan jumlah pelanggaran anak, malah ada kecenderungan meningkat," tutur Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak (LPA) DI Yogyakarta, Y Sari Murti Widiyastuti, seusai menyampaikan makalah dalam seminar nasional "Optimalisasi Perlindungan Anak dan Tantangannya di Indonesia" di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Kamis (29/10).

Pada kasus kekerasan seksual, mayoritas korban berusia 6-10 tahun dengan pelaku terbanyak orang dekat, yaitu tetangga atau teman. Korban kekerasan seksual terbanyak adalah anak perempuan dengan jumlah mencapai 23 anak sepanjang tahun 2008 dan sembilan anak selama Januari hingga September 2009.

Sari menuturkan, anak perempuan rentan menjadi korban kekerasan seksual karena dinilai lebih lemah dari anak laki-laki. Oleh sebab itu, keluarga dengan anak perempuan perlu memberi pengawasan. Bentuk perlindungan paling sederhana adalah dengan membekali anak perempuan dengan pengetahuan mengenai risiko. Anak perempuan juga perlu dilatih agar bisa menolak ajakan mencurigakan dari orang di sekitarnya.

Lintas batas

Berbeda dengan beberapa tahun yang lalu, kata Sari, saat ini pelanggaran hak pada anak telah melintasi batas ekonomi dan pendidikan. Kasus-kasus yang ditangani LPA DIU tidak saja terjadi di masyarakat dengan tingkat pendidikan ataupun ekonomi menengah ke bawah, tetapi juga dari kalangan masyarakat yang tergolong mampu dan relatif berpendidikan.

"Gejala ini mengindikasikan hukum pun semakin tidak berdaya untuk mencegah pelanggaran hak pada anak. Perlu ada tindakan pencegahan yang lebih menyeluruh, termasuk dari dunia pendidikan," tuturnya.

Terkait hal itu, Wakil Ketua Pengadilan Negeri Yogyakarta Muhammad Lutfi mengakui, proses hukum kasus anak masih kerap menemui kendala. Kendala itu di antaranya ego sosial dan budaya masyarakat. Sebagai gambaran, proses hukum pemerkosaan anak di bawah umur oleh beberapa teman lelakinya sempat diwarnai unjuk rasa masyarakat yang justru menuntut para terdakwa dibebaskan. "Mereka justru mempersalahkan korban yang dianggap nakal dan tidak benar," tuturnya.

Pengadilan juga mengalami kesulitan ketika berhadapan dengan hukum internasional. Hal ini terjadi apabila pelanggaran hak anak terjadi di negara lain atau dengan pelaku warga negara asing.

Sore Ini, Plt Dirut Bulog Diumumkan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan keterangan pers seusai rapat kerja di Kantor Perum Bulog, Jakarta, Rabu (4/2). Rapat membicarakan soal rencana dan langkah untuk menstabilkan harga beras serta pangan di tahun 2009. Menteri yang hadir, di antaranya, Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Menteri PU Djoko Kirmanto, dan Dirut Perum Bulog Mustafa Abu Bakar.

Kamis, 29 Oktober 2009 | 12:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan mengumumkan nama Pelaksana tugas (Plt) Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Kamis (29/10) sore ini.

"Plt Dirut Bulog hari ini saya tanda tangani. Nanti sore barangkali sudah akan diumumkan," ujar Menneg BUMN Mustafa Abubakar, seusai mengikuti pembukaan National Summit 2009, di Hotel Bumi Karsa Bidakara Jakarta, Kamis (29/10).

Sebagai informasi, Mustafa saat ini masih merangkap jabatan sebagai Dirut Bulog. Sejauh ini, nama Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Abdul Waries Patiwiri santer disebut akan menjadi Plt. Dirut Bulog menggantikan Mustafa sebelum pemilihan Dirut Bulog baru dua bulan ke depan.

Mustafa menjelaskan, dari empat pimpinan Bulog yang masih ada saat ini, salah satunya akan menjabat sebagai Plt. "Ada salah satu yang saya angkat menjadi Plt," ujarnya.

Lebih jauh Mustafa berharap, pemilihan posisi Dirut Bulog dapat dituntaskan pada tahun ini. "Masih dua bulan, mudah-mudahan bisa. Nanti kan antrian di tpa (tim penilai akhir) panjang sekali. Kalau di kami, Insyaallah gak lama," ujarnya.

Inilah Tiga Resep SBY Atasi Kemiskinan
Susilo Bambang Yudhoyono
A
Kamis, 29 Oktober 2009 | 11:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika membuka National Summit 2009 di Hotel Bumi Karsa, Jakarta, Kamis (29/10), mengatakan, dirinya memiliki tiga resep jitu dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan menekan angka kemiskinan.

Ketiga resep jitu tersebut adalah pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, dan inovasi teknologi. "Dalam lima tahun ke depan, kami merencanakan anggaran Rp 20 triliun per tahun untuk kredit rakyat kecil. Bayangkan, dengan dana tersebut, rakyat bisa diberdayakan. Mereka dapat memiliki penghasilan sendiri sehingga tidak menganggur. Dengan demikian, kemiskinan bisa berkurang," kata SBY.

Ia juga mengatakan akan mendorong sifat wirausaha masyarakat. Salah satunya melalui kurikulum pendidikan. SBY berharap masyarakat dapat kreatif dalam berusaha dan mampu menciptakan lapangan pekerjaan.

"Selain itu, dalam lima sampai sepuluh tahun mendatang, kita akan membangun program atau campaign inovasi teknologi nasional. Selama ini kita banyak ketinggalan di bidang energi, pangan, dan kesehatan karena kurang teknologi," tambahnya.

Sebanyak tiga resep sukses ini dapat terwujud dengan didukung lima kunci sukses, yaitu stabilitas politik, kerukunan sosial, manajemen, hingga ke tingkat kecamatan, kepemimpinan, dan kemitraan.

Rabu, 28 Oktober 2009

Jonathan atau yang biasa dipanggil Jojo, saat ini sedang mengikuti ajang pemilihan Putera Puteri Kampus Indonesia 2009 yang diselenggarakan oleh Yayasan Putera Puteri Kampus Indonesia.

Ajang ini dibuat untuk membantu mensosialisasikan perguruan tinggi yang ada di Indonesia kepada khalayak masyrakat luas, baik masyarakat Indonesia sendiri maupun yang ada di luar negeri.

so guys, mari kita sama-sama dukung Jonathan (Jojo) sebagai Putera Kampus Indonesia 2009!!

KETIK KAMPUS JOJO KIRIM KE 9779 THANKS
Film Michael Jackson Tayang Perdana
Dipaksakan: Michael Jackson sempat mengira akan mengikuti 10 konser, bukan 50 konser seperti dijadwalkan di Arena O2, London, bulan depan

Rabu, 28 Oktober 2009 | 15:48 WIB

LOS ANGELES, KOMPAS.com — Keluarga Michael Jackson dan para penggemarnya menghadiri penayangan perdana film dokumenter persiapan konser MJ, This Is It. Film ini merupakan gabungan dari 100 jam pengambilan gambar saat latihan untuk sebuah konser kembalinya Michael Jackson.

Saudara laki-laki MJ, Jermaine, Marlon, Tito, dan Randy, menghadiri penayangan perdana ini di Los Angeles. Tayangan perdana ini juga digelar serempak di 18 kota lainnya.

Saat secara resmi memperkenalkan film ini, sutradara Kenny Ortega menggambarkannya sebagai "dokumen suci terakhir dari pemimpin dan teman kami".

Namun, sejumlah penggemar menggelar aksi protes di luar tempat penayangan dengan mengatakan bahwa film tersebut menutupi kenyataan bahwa kondisi kesehatan Jackson sebenarnya telah menurun.

Sejumlah penggemar fanatik, yang menggelar aksi protes ini dengan menyebut ''This Is Not It'', menuduh promotor pertunjukan AEG Live memberikan tekanan berlebihan kepada bintang tersebut untuk menyiapkan konser pada usia 50 tahun di O2 Arena London.

Jackson meninggal pada 25 Juni di usia 50 tahun, menghabiskan 4 bulan terakhir masa hidupnya untuk latihan di Los Angeles.

Lebih dari 800.000 tiket konser terjual, dengan janji bahwa konser tersebut merupakan satu satu pertunjukan "paling mahal yang menggunakan teknologi paling maju".

Namun, MJ meninggal hanya dua minggu sebelum konser dimulai, dan otoritas di Los Angeles menyebutnya sebagai pembunuhan.


Bahagia


Penayangan perdana di Los Angeles bertempat di seberang Staples Center, tempat Jackson latihan, yang kemudian menjadi lokasi untuk melakasanakan upacara berkabung atas kematiannya.

Sejumlah bintang menghadiri penayangan perdana ini, termasuk Will Smith, Jennifer Lopez, Paris Hilton, Katy Perry, Jennifer Love Hewitt, dan pendiri Motown Records, Berry Gordy Jr.

Wartawan hiburan BBC Lizo Mzimba mendatangi penayangan di London dan melaporkan bahwa "film ini tidak memenuhi harapan banyak penggemarnya, tapi ini karena pertunjukan tersebut merupakan proses persiapan konser".

"Film ini memberikan Anda sebuah pandangan yang bagus tentang seperti apa konser Jackson, tapi Anda harus menaruh semua bagian itu bersamaan dalam pikiran Anda," katanya.

Eksekutif Editor majalah Billboard, Bill Werde, menambahkan, "Momen terbaik dapat terekam ketika Anda melihat gairahnya untuk mendapatkan setiap detail dari sebuah lagu dan menari dengan tepat."

Mantan Manajer Jackson, Frank DiLeo, mengatakan kepada wartawan, "Saya sudah menonton film ini tiga kali dan selalu emosional saat menyaksikannya."

"Kadang saya harus meninggalkan ruangan karena saya menangis. Tapi kami tidak akan menangis malam ini. Malam ini adalah perayaan untuk Michael," ujarnya.

Sementara itu, teman terdekat MJ, Elizabeth Taylor, mengeluarkan prediksi soal film ini melalui Twitter dengan mengatakan "Satu-satunya karya jenius yang pernah saya lihat."

"Saya menangis karena bahagia melihat berkah yang dia dapatkan dari Tuhan. Tidak akan pernah ada lagi orang seperti dia," dia menambahkan.

"Film ini mengingatkan kita selamanya kalau dulu ada seorang lelaki yang baik. Tuhan menciumnya," ujarnya.

This Is It sekarang telah ditayangkan di bioskop secara terbatas selama dua pekan. Penayangan perdana di London dipenuhi oleh penggemarnya.

Film ini juga akan ditayangkan di 110 negara, dengan 15.000 sirkulasi dikeluarkan oleh distributor Sony.

Tujuh Jam, Miranda Hanya Ditanya Lima Pertanyaan
Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda S Goeltom usai pemeriksaan di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, Rabu (28/10).
Rabu, 28 Oktober 2009 | 21:01 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda Goeltom mengaku hanya diajukan lima pertanyaan saat pemeriksaan oleh penyidik KPK di Jakarta, Rabu (28/10). Ia diperiksa KPK terkait dugaan kasus suap saat pemilihan dirinya sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

"Ada lima pertanyaan," kata dia singkat seusai menjalani pemeriksaan sekitar pukul 20.30 di Gedung KPK Jakarta, Rabu (28/10). Padahal, ia menjalani pemeriksaan sebagai saksi hampir tujuh jam lamanya. "Ngetiknya lama," tambah dia.

Menurut Miranda, ia hanya ditanya mengenai pekerjaan, alamat, dan visi serta misi saat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI. "Saya berikan copy visi dan misi waktu pemilihan," ujarnya. Miranda juga mengaku ditanya apakah pernah memberikan imbalan kepada sejumlah anggota DPR saat pemilihan Deputi Gubernur Senior BI, namun ia menjawab, "Tidak."

Ketika ditanya mengenai pengakuan mantan anggota DPR Agus Condro pada pertengahan tahun 2008 yang mengatakan adanya dugaan suap pascapemilihan, ia langsung menjawab, "Saya tidak kenal dia. Tanya sama dia," ucapnya singkat lalu langsung menaiki mobil Toyota Crown dengan nomor polisi B 1253 Y.

Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan empat tersangka anggota Komisi Keuangan DPR periode 1999-2004 yang diduga menerima uang Rp 500 juta dalam bentuk cek perjalanan. Mereka yaitu Dhudie Makmun Murod, Udju Djuhaeri, Endin Soefihara, dan Hamka Yandhu.

Selain Miranda, KPK hari ini telah memeriksa dua tersangka kasus suap, yaitu Endin Soefihara dan Dhudie Makmun
Madrid Tak Butuh Ronaldo dan Kaka
Mantan pemain Real Madrid, Christian Karembeu.

Rabu, 28/10/2009 | 02:43 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Mantan pemain Real Madrid, Christian Karembeu, menilai, sebuah tim menjadi besar dan seseorang menjadi pemain top karena trofi. Menurutnya, untuk mendapatkan trofi, sebuah klub hanya membutuhkan pelatih bagus dan bukan menumpuk bintang seperti yang dilakukan mantan klubnya.

Mengenai kebijakan Madrid membeli sejumlah bintang, misalnya, Cristiano Ronaldo dan Ricardo Kaka, Karembeu menilai itu sah-sah saja. Namun, masalahnya, apakah Madrid sudah memiliki pelatih yang tepat untuk mengakomodasi secara proporsional peran setiap pemain di lapangan. Bila tidak maka keharmonisan permainan tak akan terjadi.

"Memenangi trofi adalah kultur di sini (Madrid) dan aku hidup dengan filosofi itu. Anda berada di Real Madrid untuk mengangkat trofi dan hanya untuk itu," ungkapnya.

"Pelatih adalah kunci karena ia harus menempatkan 11, mungkin 12 pemain bersama-sama, mengatur mereka, mencocokkan mereka, dan membuat mereka melakukan yang terbaik untuk tim," lanjutnya.

Dalam sejumlah kasus, pelatih tidak hanya mendatangkan bintang, tetapi mampu menciptakan bintang. Pasalnya, pelatih memiliki pemahaman dan otoritas terhadap potensi pemain.

Pada 2003 silam, misalnya, tak seorang pun mengenal Ricardo Kaka. Namun, dalam asuhan Carlo Ancelotti, Kaka tumbuh matang menjadi playmaker utama yang langsung membuat Rui Costa kehilangan jam terbang reguler dan meredup perlahan-lahan.

Contoh lainnya adalah Andriy Shevchenko. Ketika dari Milan ke Chelsea pada 2006 silam, ia berstatus pemain bintang. Namun, karena tak mendapat tempat dalam skema pelatih Chelsea saat itu, Jose Mourinho, potensinya pun menguap tak bersisa. (UEFA)

Madrid Tak Butuh Ronaldo dan Kaka
Mantan pemain Real Madrid, Christian Karembeu.

Rabu, 28/10/2009 | 02:43 WIB

PARIS, KOMPAS.com — Mantan pemain Real Madrid, Christian Karembeu, menilai, sebuah tim menjadi besar dan seseorang menjadi pemain top karena trofi. Menurutnya, untuk mendapatkan trofi, sebuah klub hanya membutuhkan pelatih bagus dan bukan menumpuk bintang seperti yang dilakukan mantan klubnya.

Mengenai kebijakan Madrid membeli sejumlah bintang, misalnya, Cristiano Ronaldo dan Ricardo Kaka, Karembeu menilai itu sah-sah saja. Namun, masalahnya, apakah Madrid sudah memiliki pelatih yang tepat untuk mengakomodasi secara proporsional peran setiap pemain di lapangan. Bila tidak maka keharmonisan permainan tak akan terjadi.

"Memenangi trofi adalah kultur di sini (Madrid) dan aku hidup dengan filosofi itu. Anda berada di Real Madrid untuk mengangkat trofi dan hanya untuk itu," ungkapnya.

"Pelatih adalah kunci karena ia harus menempatkan 11, mungkin 12 pemain bersama-sama, mengatur mereka, mencocokkan mereka, dan membuat mereka melakukan yang terbaik untuk tim," lanjutnya.

Dalam sejumlah kasus, pelatih tidak hanya mendatangkan bintang, tetapi mampu menciptakan bintang. Pasalnya, pelatih memiliki pemahaman dan otoritas terhadap potensi pemain.

Pada 2003 silam, misalnya, tak seorang pun mengenal Ricardo Kaka. Namun, dalam asuhan Carlo Ancelotti, Kaka tumbuh matang menjadi playmaker utama yang langsung membuat Rui Costa kehilangan jam terbang reguler dan meredup perlahan-lahan.

Contoh lainnya adalah Andriy Shevchenko. Ketika dari Milan ke Chelsea pada 2006 silam, ia berstatus pemain bintang. Namun, karena tak mendapat tempat dalam skema pelatih Chelsea saat itu, Jose Mourinho, potensinya pun menguap tak bersisa. (UEFA)

Alves: Kami Terlahir untuk Menang
Para pemain Barcelona berdiri di atas bus terbuka dan disambut puluhan ribu pendukungnya di Kota Barcelona. "El Barca" menjadi juara Liga Champions usai menaklukkan Manchester United.

Bintang asal Brasil ini juga mengutarakan perasaannya saat kesuksesan Barca yang bisa menyebabkan pihak lawan berpikir bagaimana mengalahkan mereka.

Kini Alves sedang dalam tahap penyembuhan menyusul cederanya. Ia berharap bisa segera pulih agar bisa bermain melawan Rubin Kazan di Rusia dalam lanjutan Liga Champion tanggal 4 November 2009.

"Aku merasa sehat dan fantastis. Jika kondisiku terus membaik, semoga saja pelatihku bisa menurunkanku dalam pertandingan Liga Champion nanti," harapnya. (GL)

TPI

TPI Dinyatakan Pailit, Indikasi Bredel Gaya Baru?
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com — Serikat Pekerja Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) menunjukkan adanya indikasi pembredelan media gaya baru ketika medianya dinyatakan pailit. Menurut Ketua Serikat Pekerja TPI Marah Bangun, argumen penetapan pailit tidak lazim.

"Pailit itu enggak pernah ditetapkan kalau masalah bisnis. Biasanya karena tidak ada dana operasional. Ini media pertama yang dipailitkan karena masalah bisnis," ujarnya dalam pertemuan serikat dengan Komisi I DPR RI, Rabu (28/10).

Koordinator Pokja Komunikasi dan Informatika Komisi I DPR RI Hayono Isman mengatakan bahwa indikasi ini akan menjadi perhatian penting dari komisi. "Kalau indikasi ini benar, maka akan mengkhianati semangat reformasi. Tapi aduan mereka ini diterima dan akan dilanjutkan. Juga kepada lembaga eksekutif karena, kalau ini benar, maka akan kita tolak," lanjutnya.

Hayono mengatakan bahwa pokja akan memikirkan langkah tepat untuk mendukung nasib 1.083 pekerja yang terancam di-PHK massal. Langkah selanjutnya, komisi akan menggelar rapat gabungan dengan Komisi IX yang juga membidani masalah tenaga kerja.